Header Ads

insan

Keutamaan Shalat Dhuha Menurut Al-Habib Umar bin Hafidz


Bagaimanakah Keutamaan Shalat Dhuha ? Salah satu shalat sunnah yang tidak pernah dilupakan oleh para kekasih Allah adalah shalat dhuha. Setiap ibadah memiliki keutamaan yang ditampakkan maupun dirahasiakan Allah, begitu pula dengan shalat dhuha

Al-Habib Umar bin Hafidz mengatakan: Para ulama terdahulu memberikan julukan kepada sholat dhuha ini adalah “sholat kaya”, sholat yg membawa kekayaan dan juga sholat rizki namanya, sebab disebutkan tidak ada istilah kefakiran apabila engkau mengerjakan shalat dhuha, hingga disebutkan “tidak ada istilah kefakiran/ kemiskinan apabila engkau melaksanakan shalat dhuha & tidak ada istilah kekayaan manakala seseorang melakukan perbuatan zina”.
Bahkan para ulama menyebutkan bahwa orang-orang yg melaksanakan shalat dhuha mereka dijaga dari syaitan- syaitan hingga tidak mampu setan mengganggu & menyesatkannya

Disebutkan juga bahwa orang yg menjalankan shalat dhuha kalau ada jin yg datang mau mengganggunya, jin itu apabila terhembus nafas orang yg sedang melakukan shalat dhuha ini, jin itu langsung pingsan, hingga kaum jin mengatakan ”ini jin yg pingsan ini kerasukan oleh manusia”.
.
Semua ini didapatkan berkat nur (cahaya) bagi orang yg melaksanakan sholat dhuha ini.
Bacaan sholat dhuha hampir sama dengan bacaan sholat sunat lainnya. Hanya bacaan niat, surat pendek yang dibaca serta doa setelah shalat yang agak berbeda. Sementara bacaan dan gerakan shalat pada umumnya sama saja

Bacaan niat sholat dhuha
ﺍُﺻَﻠِّﻲْ ﺳُﻨَّﺔَ ﺍﻟﻀُّﺤَﻰ ﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﻣُﺴْﺘَﻘْﺒِﻞَ ﺍْﻟﻘِﺒْﻠَﺔِ ﺍَﺩَﺍﺀً ﻟِﻠَّﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Usholli sunnatan dhuhaa rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala.
Aku niat melakukan shalat sunat dhuha 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta'ala

Surat pendek yang dibaca
Surat pendek yang dibaca setelah membaca surat Al Fatihah adalah surat Asy Syamsi pada rakaat pertama dan surat Ad Dhuha pada rakaat ke dua (pendapat Imam Jalal Suyuthi dalam Hawsyil Khothiib). Pendapat lain yang juga sama kuatnya adalah membaca surat Al Kafirun pada rakaat pertama dan surat al Ikhlash pada rakaat ke dua (pendapat Ibnu Hajar dan Imam Ramli)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.