Header Ads

insan

Jodoh Cerminan Diri


Di saat orang-orang sibuk membicarakan Aisyah, Rasulullah saw mendatangi Aisyah untuk menanyakan, apa yang dibicarakan oleh orang-orang? Aisyah menjawab, “Aku tidak bisa membebaskan diriku hingga turun (ayat) yang membebaskanku dari langit. Lalu Allah swt menurunkan 15 ayat surah Nur hingga sampai QS al-Nur [24]: 26. Riwayat ini sahih namun mursal dari al-Hakam bin Utaibah. Menurut dua riwayat dari Ibnu Abbas dan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam, QS al-Nur [24]: 26 turun berkenaan dengan tuduhan keji pada isteri Nabi saw, Aisyah ra.
الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُولَئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ (26)
Kata kunci yang menunjukkan jodoh dalam QS al-Nur [24]: 26 ada pada huruf jarr lâm. Huruf lâm dalam ilmu gramatika Arab mempunyai beberapa fungsi, antara lain; kepemilikan, serupa dengan kepemilikan, alat transitif kata, dan sebab.
Umumnya pasangan ideal adalah yang memiliki kesamaan dalam tindakan dan cara bicara. Terlebih lagi kesamaan dalam akhlak dan watak bawaan masing-masing. Sehingga kesamaan itulah yang menjadi komponen langgengnya keharmonisan dalam berumah tangga. Hal ini senada dengan teori sosiologi yang disebut dengan kelompok sosial. Setiap orang pasti lebih nyaman dengan seseorang yang memiliki kesamaan dengan dirinya. Orang yang hobi bola pasti akan senang nyaman dengan teman-teman yang hobi bola juga. Pakar politik pasti akan lebih senang bergaul dengan sesamanya. Sehingga mereka menjadi kelompok sosial yang disatukan dalam satu kesamaan. Dalam cabangan konsep kelompok sosial, kasus ini termasuk dalam kelompok dalam dan kelompok luar. Antar anggota kelompok dalam akan didapatkan kerjasama, keteraturan dan kedamaian. Sementara anggota yang berbeda kelompok pasti akan menemukan kecenderungan permusuhan dan kebencian.
Sejatinya ini sama dengan teori pertemanan yang sering diulas dalam buku-buku etika bergaul dalam Islam semisal Taʻlîm al-Mutaʻallim;
عَنِ المَرْءِ لَا تَسْأَلْ وَسَلْ عَنْ قَرِيْنِهِ      فَإِنَّ القَرِيْنَ بِالقَرِيْنِ يَقْتَدِي
Jangan langsung tanya tentang seseorang, tapi tanyakan tentang temannya.
Biasanya orang itu mengikuti (sesuai sifat dan karekter) temannya
Syair ini senafas dengan hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah berikut:
الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Agama seseorang sama dengan agama temannya. Hendaknya salah seorang kalian melihat siapa temannya.HR. al-Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad dan al-Hakim.
Sunatullah yang berlaku dalam jodoh biasanya didasarkan pada adanya kemiripan sifat antara pasangan. Ayat ini menegaskan bahwa watak, sifat dan fisik manusia hanya akan menemukan yang selaras dan serasi dengannya. Sama halnya dengan bola bumi yang saling tarik-menarik dengan tata surya karena kesesuaian dan ketepatan antara keduanya. Kelak pun manusia akan dikumpulkan dengan orang-orang yang memiliki kesamaan dengannya di akhirat. Jauh dari itu sebenarnya QS al-Nur [24]: 26 ini tidak hanya mewacanakan jodoh yang dibangun dalam kesamaan sifat. Menurut al-Sya’rawi, ayat ini mengisyaratkan pernikahan bisa langgeng karena sekufu. Sehingga salah satu dua sejoli tidak ada yang lebih superior dibanding lainnya. Tentunya sekufu itu cakupannya lebih luas dalam berbagai hal. [#]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.